Senin, 20 Mei 2019

AI shiappp vs Jurnalis Hooman


Penyusun berita oleh bot atau lebih dikenal dengan tobi telah dikenal selama satu decade. Meskipun jurnalis dan robot nampaknya saling membantu, muncul kekhawatiran terkait kecerdasan buatan ini dapat merugikan jurnalis.
Peran AI cepat atau lambat akan menggantikan peran jurnalis manusia, sejak tahun 2014 tercatat 3000 artikel/semester dari yang sebelumnya hanya 300 artikel/semester. Plus, dengan eror yang lebih sedikit daripada artikel buatan manusia.
Peran manusia bisa saja tergantikan jika tidak mampu bersaing dengan para robot atau AI tersebut. Namun, dengan penggunaan robot bukan berarti kesalahan berita hilang begitu saja. Akan tetapi kesalahan berita akan lebih terminimalisir
Dengan adanya robo-journalis, maka identitas yang akan berkembang adalah jurnalis digital karena terbantu oleh robo-journalis ini. Sedangkan tradisional akan menurun dikarenakan kalahnya kecepatan informasi oleh jurnalis digital.

Source : Kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar