Penyusun berita
oleh bot atau lebih dikenal dengan tobi telah dikenal selama satu decade. Meskipun
jurnalis dan robot nampaknya saling membantu, muncul kekhawatiran terkait
kecerdasan buatan ini dapat merugikan jurnalis.
Peran AI
cepat atau lambat akan menggantikan peran jurnalis manusia, sejak tahun 2014
tercatat 3000 artikel/semester dari yang sebelumnya hanya 300 artikel/semester.
Plus, dengan eror yang lebih sedikit daripada artikel buatan manusia.
Peran manusia
bisa saja tergantikan jika tidak mampu bersaing dengan para robot atau AI
tersebut. Namun, dengan penggunaan robot bukan berarti kesalahan berita hilang
begitu saja. Akan tetapi kesalahan berita akan lebih terminimalisir
Dengan adanya
robo-journalis, maka identitas yang akan berkembang adalah jurnalis digital
karena terbantu oleh robo-journalis ini. Sedangkan tradisional akan menurun
dikarenakan kalahnya kecepatan informasi oleh jurnalis digital.
Source :
Kompasiana.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar